Kamu ngga punya pasang telinga yg siap dengerin.

Kadang ada beberapa hal yang sulit buat diungkapin. Bukan karena kalimatnya yang susah diapahami atau apapun, ini lebih kepada kamu sulit nemuin orang yang bisa ngertiin apa yang mau kamu omongin. 

Aku pernah ada di satu moment dimana aku ngerasa kalo aku hidup cuma bareng Allah. No one else. Aku ada di titik paling bawah yang pernah aku rasain mungkin, entah kenapa tiap sujud waktu itu aku ngerasa deket banget sama Tuhan semesta alam. Tidak bersekat. Tidak berjarak. Karena benar adanya Allah dengan kita ada sedekat nadi. 

Disaat nggada orang yang bisa dengerin cerita aku, disaat orang-orang pada sibuk dengan kepentingannya masing-masing, disaat mereka tiba-tiba apatis. Allah ada. Allah selalu ada buat dengerin semua cerita kita, janji-Nya akan tetap seperti itu untuk makhluk-Nya yang beriman. 

Biasanya, disaat semuanya normal, disaat aku punya banyak pasang telinga yang siap dengerin aku. Aku pikir, mereka bakal selalu ada di jatuh dan terbangku. Aku lupa bahwa mereka yang selalu aku banggakan di depan banyak orang, dan mereka yang selalu bikin aku bangga. Kadang juga bisa pergi kapan aja tanpa pamit.

Aku adalah orang yang selalu butuh sosok untuk diajak cerita. Seseorang yang ada ketika up and down. Aku butuh banget sosok kayak gitu di bumi. Karena aku ngga bakal siap ngatasin semua masalah sendiri. I’m not superhero who always can handle all the problems. 

Namun, Allah tau yang lebih baik. Dia mengirimkan beberapa malaikatnya untuk menjelma sebagai seorang pendengar terbaik kala aku butuh. Allah lebih tau, kapan waktu yang tepat untuk mereka datang. Bukan setiap hari. Bukan setiap waktu. Tapi mereka datang sebagai bukti cinta-Nya kepada makhluk-Nya, tak kala Makhluknya dirundung pilu yang teramat sangat. Yang mungkin tak lagi kuat ditampungnya sendiri. 

Mamah, ayah, saudara, dan sahabat. Mereka adalah bukti bahwa Allah tidak akan membiarkan makhluk-Nya mengarungi ombak kehidupan seorang diri. Namun mereka juga manusia seperti kita, punya lelah, punya jenuh, dan punya rasa kesal. Berlapanglah untuk kesalahan mereka yang kadang tak bisa menjadi pendengarmu. Karena Allah akan selalu ada. Menjadi yang utama untuk dituju. Ceritakanlah dengan berbisik pada-Nya, ceritakanlah dalam doa yang kita panjatkan.

Sincerly, 

Putri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s