Cerita pribadi

Setidaknya…

“Ada banyak alasan kenapa dua orang dipertemukan. Bukan hanya tentang sebuah kebetulan, tak jarang mereka bertemu untuk suatu hal di masa depan. Tapi sebagai insan, kita tak akan pernah bisa tau alasan apa yang tepat sebelum sebuah cerita terangakai matang.” -indonesia, 14:36

Pada masanya, semua yang ditakdirkan pergi akan pergi, dan semua yang masih ditakdirkan tinggal akan tetap disisih. Pasti mereka yang pergi akan meninggalkan luka, terlebih jika mereka teramat berharga. Namun, bukankah merelakan mereka bahagia jauh lebih bijaksana??  Saya tahu, tidak ada yang mau ditinggalkan maupun meninggalakan orang terbaik mereka. Namun, apa boleh dikata. Ketika kalian memang sudah tidak sejalan. Dan dia lebih ingin melihat anda berdiri dan berjalan sendiri tanpanya. Janganlah terlalu dibuat susah. Jangan terus mengekangnya agar tetap tinggal. Jangan pula terus memaksanya merasa nyaman.

Teruntuk kalian yang merasa ditinggal, 

Hiduplah lebih baik lagi. Relakan dia pergi sesukanya. Relakan dia bebas seperti maunya. Bukankah kalian telah sama-sama memberi warna? Meski kini bukan lagi kamu orang terbaiknya, meski kini bukan lagi kamu orang yang selalu ditunggunya, meski kini bukan lagi kamu orang yang ditanyanya “sedang apa?”. Setidaknya minta lah harap kepada Yang Kuasa, agar jalannya dimudahkan, agar jalanmu pula dilapangkan. Dan jika masanya tepat,semoga dapat dipertemukan. Untuk semua waktu yang telah terlalui, maka kenanglah. Bagaimanapun, tangis dan tawanya pernah menjadikan mu utuh. Sosoknya pernah menjadikan mu merasa paling berbahagia. Meski nyatanya, kini dia pergi seperti tak pernah merasa berdosa. Mengurungmu sendiri dalam luka yang tak mungkin kamu bagi. Simpan segalanya, baik buruknya. Semua milik kalian berdua.

Dan,

Teruntuk kalian yang memilih pergi dan meninggalkan,

Semoga tak ada yang salah dari keputusanmu, semoga kamu benar-benar merasa bahagia telah terlepas ikat, semoga “kita” bisa memberimu gambaran bahwa sebelumnya aku juga sempat memberimu bahagia, sebelum kamu sendiri yang memutus untuk berpisah arah. Kamu boleh datang lagi, datang untuk sekedar menyapa dan bertanya kabar. Boleh juga datang lagi untuk mengajakku memulai kisah baru, membangun semua yang telah kamu hancurkan dan tinggalkan. Boleh saja, asal aku belum yakin bahwa ditinggalkanmu mungkin adalah sesuatu yang sudah jalannya. Dan jangan untuk diulang.

Advertisements

2 thoughts on “Setidaknya…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s